B Sahru Ramadhan
Malam ini aku diguyur hujan, saat itu aku sedang diperjalanan pulang ke rumah, hujan yang begitu deras. Sialnya, mantel saya sobek terkena stang kaki motor, kebiasaan saya memakai mantel dengan terburu-buru. Setelah sampai di rumah, aku bersih-bersih dan mengeringkan badan. Di tengah hujan yang deras, angin tertiup begitu dingin, aku berjalan ke dapur untuk membuat secangkir kopi.
Hujan terlihat mulai redah, pikiranku seketika melesat jauh hingga melayang memikirkan wanitu itu. Dia begitu cantik, sederhana dan cerdas. Menurutku, dia wanita yang sangat senang dengan membaca buku. Di toko buku tadi, dia sangat serius melihat judul-judul buku yang tersusun di rak, matanya tak berkedip sedikit pun, sesekali aku melirik buku yang ia ambil, buku filsafat dan kumpulan-kumpulan cerpen. Sejak itu, aku mulai penasaran dengan wanita itu.
Aku bersyukur bisa bertemu dengannya, seperti doaku tentang seorang wanita pembaca buku. Di sisi lain aku masih bertanya-tanya, apa dia belum punya pacar? Atau sudah bertunangan? Tak ada cinci di jari manisnya, dan juga dia masih seorang mahasiswa. Mungkin kedua kalinya aku bisa bertemu dengan di toko buku ini lagi.
Di akhir pekan, aku kembali datang ke toko buku itu lagi, berharap bisa bertemu dengan wanita itu. Dari pintu masuk, toko buku sudah terlihat begitu ramai, aku berjalan masuk menuju ke rak buku-buku novel, aku melihat ke kanan da ke kiri, tak ada wanita itu, beberapa wanita lewat di dekatku, satu per satu aku perhatikan di antara mereka, tak ada wanita itu. Dia tak datang ke buku ini, bisa jadi waktu itu terakhir kalinya aku bertemu dengannya. Aku membeli satu buku novel lalu meninggalkan toko buku itu.
Keesokan harinya, aku datang ke sebuah cafe bernama kedai senja, ini tempat favoritku, kedatanganku ke sini ingin menulis sebuah cerpen, aku duduk tepat di dekat jendela menghadap ke jalan raya, suasana di kedai masih sunyi, hanya ada beberapa pengunjung, semuanya mahasiswa, mereka sibuk mengerjakan skripsi, ada juga yang bermain game.
Terlihat dari jauh, seorang wanita mengenakan kemeja putih, di kepalanya terpasang kerudung berwarna kelabu, ia berjalan masuk ke dalam kedai, ternyata wanitu itu yang aku temui di toko buku, lalu dia berjalan menuju tempat aku lagi duduk.
"Hey, kamu Arif yah? Tanya wanita itu sambil tersenyum.
"Wah, kok, wanita ini tahu nama saya," bisikku dalam hati.
Aku langsung berdiri dengan keadaan terkejut.
"Iya, aku Arif, kamu tahu nama aku dari mana?" Aku balik bertanya.
Wanita itu masih berdiri sambil menatapku dengan tersenyum.
"Aku sering membaca tulisan-tulisan kamu diblog, aku suka dengan tulisan kamu," ucap wanitu itu.
"Kamu pasti tidak tahu, aku berteman dengan kamu di facebook, " lanjut wanita itu.
"Iya, aku tidak tahu, aku kurang memperhatikannnya," jawabku tersenyum malu.
Aku terdiam sambil tak menduga, wanita yang aku temui di toko buku ternyata senang dengan tulisan-tulisanku. Suasang riang seketika menyelimuti hatiku, aku melihat wanita itu, membuatku semakin bahagia.
Kami duduk sambil berhadapan, karyawan cafe menuju ke meja kami, ia berdiri tepat di samping wanitu itu sambil penawarkan pesanan. Wanitu memesan thai tea, katanya itu minuman kesukaannya. Dia baru saja pulang dari kampus, tas ransel membengkak, buku-buku yang menumpuk di dalamnya, aku tak bertanya dia kuliah di kampus mana, aku hanya menduga, mungkin dia mahasiswa jurusan ilmu agama.
"Kamu baru pulang kampus yah?" Tanyaku.
"Iya, aku baru pulang dari kampus, kebetulan mata kuliah hari ini dosennya tidak masuk," jawabnya.
Di balik diamku, aku melihat wajahnya, jelas begitu cantik, ia memakai kacamata bening anti radiasi, sungguh indah terlihat. Rasa cintaku tumbuh seketika, namun aku tak yakin, apakah aku bisa memilikinya, dia begitu indah bagiku, sedangkan aku hanya lelaki biasa, tak ada yang menarik.
Kami saling bertanya, juga membahas buku-buku novel, ternyata dia suka membaca buku karya Eka Kurniawan.
"Apakah ini yang disebut suatu kebetulan? Kok sama yah? Aku juga peminat buku-buku mas Eka," gumamku dalam hati.
"Kamu juga suka dengan buku-buku Eka Kurniawan yah? Sama dong dengan aku," ucapku.
Komentar
Posting Komentar