Beberapa hari ini aku sangat lelah, mungkin setiap malam aku pulang begitu larut. Jam tidurku sangat kurang, juga terlalu sibuk dengan perasaanku sendiri. Aku menyadari, rasa luka dan kecewa masih saja hadir disetiap lamunanku. Aku hanya perlu berani jujur, bahwa masih ada rasa yang belum bisa kupaksakan pergi, jika suatu hari nanti aku benar-benar ikhlas, bukan berarti perasaan ini sudah habis, melainkan belajar arti melepaskan dengan tenang. Pukul delapan pagi, suara ayunan sapu terdengar di depan kamarku, itu kakak perempuanku sedang membersihkan rumah. Aku bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur, aku memperbaiki perasaanku, lalu membuka pintu kamar, kakak perempuanku bediri di depan pintu. "Berkali-kali aku mengetuk pintu kamar kamu, sedikitpun kamu tak menjawab," ucap kakakku. Aku hanya diam, dan berjalan menuju ke kamar mandi. Hari Minggu pagi, semalam aku bermimpi bertemu mantan kekasihku, bagiku itu tak menyenangkan. Mengapa harus bermimpi tentang...
Komentar
Posting Komentar