Kamu Tidak Istimewa, buku ke dua yang diterbitkan oleh Natasha Rizky. Seorang artis yang memiliki gagasan yang luas dan mendalam, kumpulan puisi-puisi dalam buku tersebut begitu mengalir, juga pesan yang ia sampaikan soal kehidupan dari berbagai sisi, seakan kita diajak untuk merenung dan melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda.
Yang saya rasakan saat membaca buku tersebut, sebagai pembaca kita diajak untuk lebih refleksi dalam memahami hidup, merenungkan kembali apa yang telah terjadi. Jadi menurut saya, Natasha Rizky memiliki pemikiran yang mendalam dan kritis terkait persoalan kehidupan manusia. Apakah seorang Natasha Rizky membaca buku filsafat? Mungkin, ini hanya perkiraan saya saja. Kenapa, karena filsafat itu berpikir secara mendalam.
Natasha Rizky telah merekam hiruk pikuk kehidupan manusia, tentang rasa sakit, rasa luka melalui kumpulan puisi yang ia tulis, membawa kita melihat kembali perjalanan yang telah kita lalui. Buku setebal 108 halaman, dengan 76 puisi di dalamnya. Membaca buku ini kita akan merasakan getar-getar kehidupan dari sisi yang gelap, juga kekecewaan manusia.
Salah satu puisi menarik perhatian saya yaitu berjudul "Cepat Lupa". Puisi tersebut menggambarkan manusia yang pelupa, di sini saya memahami, bahwa kata lupa layak sebuah perubahan manusia dalam dirinya, sifat manusia kapan saja bisa berubah jika ia tak lagi menemukan kepuasaan. Dari puisi ini saya langsung teringat ucapan salah satu pemikir asal jerman yang bernama Athur Schopenhauer, ia berbicara tentang kehendak, kehendak adalah dorongan keinginan, ia berkata seperti ini: "kehendak adalah sumber penderitaan dari kehidupan manusia, manusia senantiasa mengejar kebahagiaan dan terus memuaskan keinginannya, namun semua itu akan sampai pada titik perasaan jenuh dan bosan, pada akhirnya kembali dengan penderitaan." Inilah yang membuat saya senang membaca puisi-puisi yang ditulis oleh Natasha Rizky, memiliki makna yang dalam.
Pesan dari puisi tersebut memberi kita jarak kepada orang-orang seperti mereka, di mana setiap ucapan dan sikapnya bisa saja menyakiti diri sendiri.
Jadi, kehadiran buku tersebut menjadi pemantik semangat bagi orang-orang yang sedang terbelenggu dalam kegalauan, terkurung dengan masa lalu, hingga berbagai macam persoalan hidup yang kurang menyenangkan.
Kumpulan puisi-puisi yang menyentuh kehidupan sehari-hari manusia. Prasangka, kebimbangan, rasa sakit hati dan emosi, hingga pikiran yang gelap, kita seakan berada dalam situasi yang penuh kesedihan.
Buku tersebut bukan hanya soal kesedihan, juga ada kalimat yang menyentuh tentang tuhan. Sekali lagi buku ini memberikan kita banyak pesan yang bermakna demi menemukan ketenangan. Ini wajib untuk dibaca, isi buku ini tak hanya berisi tulisan, gambar ilustrasi dilengkapi di setiap judul, pastinya membuat para pembaca terasa nyaman jika membacanya.
Komentar
Posting Komentar