Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Pian, senja di balkon rumah

Cerpen " Insyaallah,  Semoga suatu hari nanti, hidupku  bahagia, punya pekerjaan, memiliki istri dan anak pertama seorang perempuan."  Seketika memandang langit, senyum melambai dan melesat tinggi, seakan membelah di antara awan yang gelap, matanya meremang teduh penuh harapan, hatinya memanjat doa dengan lamat. Sahru Ramadhan Nyatanya, itu hanya sebatas harapan saja, juga sulit, ia belum terlalu yakin akan hal itu, dengan kondisinya hanya begitu-begitu saja, tak ada pergerakan, ditambah tiap tahun kehidupan yang makin pelit, dan makin tak manusiawi. Setinggi apa ia bermimpi, jika masih tak yakin, itu bagaikan kapal nelayan yang remuk dihantam badai. Bila sore menjelang, Pian akan duduk di balkon rumah, menjadi orang bermalas-malasan, mendengar musik sambil merenung tak berujung, kebiasaannya seperti ini terkadang membuatnya lebih baik, tekanan-tekanan yang ada di kepalanya setidaknya bisa mencair, seperti batu es, membeku karena terkana sinar matahari. Kata orang-orang, ...

Dostoyevsky, tentang meontologi

                           By Sahru ramadhan                    Terkait perihal sebuah refleksi intuitif tentang manusia dibingkai ke dalaman esensi berpikir, yang dasar dan ontologis. Di sini saya mencoba posisikan diri sebagai pembaca sebuah buku yang berjudul  Meontologi . Salah satu filsuf yang akan juga dibahas yaitu Dostoyevsky, filsuf asal Rusia. Melalui buku ini, menjelaskan seperti apa kebenaran absolut dan kaitannya dengan kesadaran manusia.  Di sini Dostoyevsky upayanya memperkenalkan  Meontologi lewat argumentasinya yang heroik. Sebutan singkat dari  meontologi yaitu Meonik,   yang sebenarnya dipopulerkan lebih awal oleh Jean paul sartre, pemikir asal Prancis. Nah, ini akan lebih menarik, Kita akan lebih banyak dimendengar tentang eksistensi berpikir manusia dengan nihilisme. Landasan pemikiran Dostoyevsky adalah m...