Desa itu berada di atas bukit, hamparan yang luas, sangat indah, di sekitarnya gunung-gunung yang menjulang. Jauh dari pusat kota, jauh dari gemerlap perkembangan, namun terasa damai. Penduduknya tak terlalu banyak, mereka hidup seadanya. Seorang lelaki bernama Yono, satu-satunya pemuda yang dianggap berhasil lulus bersekolah ke perguruan tinggi. Sejak kecil, Yono sudah banyak tahu persoalan yang menimpa desa kelahirannya itu, ia tinggal di tengah-tengah desa, berdempetan di antara rumah-rumah penduduk lainnya. Lingkungan yang teduh, angin di siang hari meniup tak terhingga, jika malam tiba, semua menjadi gelap, hanya lilin menerangi setengah ruangan, anak-anak kecil bermain di dekat api kecil, ke dua tangan mereka dibentuk mirip seekor rusa atau anjing jalanan, seperti pertunjukkan wayang. Di desa ini, selain saluran listrik yang belum membaik, kebutuhan air juga ikut menyusahkan. Pusat sumber air berada di bawah bukit, sungai yang bersih penuhi bebatuan, satu-...