By Sahru ramadhan Sudah tiga tahun Mursin menjadi sopir truk, ia senang dengan pekerjaannya itu sejak dari kecil. Meski sebenarnya merugikan istri dan anak-anaknya, jarangnya waktu berkumpul bersama keluarga. Pekerjaan itu seakan membuat dirinya merasa jauh, sang istri hanya bisa mengerti dan menerima. Sejak usianya delapan belas tahun, Mursin menghabiskan hari-harinya menjadi kernet mobil milik tetangganya juga seorang sopir truk, bernama Sutyo, awalnya dia hanya ikut-ikut saja, sekedar mengisi waktu libur sekolah, tak lama kemudian Mursin mulai sadar bahwa dirinya ingin bekerja menghasilkan uang, karena kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu. Sejak saat itu, Mursin mulai sering bepergian keluar daerah, ia terlihat begitu bersemangat ketika sedang menaikkan barang ke bak mobil, para sopir truk kagum melihatnya, umurnya yang masih terlalu muda tak sungkan melakukan pekerjaan kasar,...